Beranda Berita Terkini Budaya Tak Cukup Dirayakan, Ki Panglay Ajak KDM Wujudkan Pemajuan Kebudayaan Lewat...

Budaya Tak Cukup Dirayakan, Ki Panglay Ajak KDM Wujudkan Pemajuan Kebudayaan Lewat Regulasi

Publikbogornews.com – Kebudayaan adalah napas sebuah peradaban. Ia hidup bukan hanya karena dipentaskan dalam festival atau dikenakan dalam balutan pakaian adat, tetapi karena dijaga melalui komitmen yang berkelanjutan. Di sinilah, menurut budayawan asal Jampang, Ki Panglay, letak tantangan terbesar Jawa Barat hari ini.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Ki Panglay mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan KDM untuk memperkuat langkah pemajuan kebudayaan melalui regulasi yang nyata hingga tingkat kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Iran Eksekusi Tiga Terdakwa Spionase Terkait Israel

“Budaya memang perlu dirayakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana negara hadir untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membinanya. Amanat undang-undang sudah jelas, tinggal bagaimana kita bersama-sama mewujudkannya,” ujar Ki Panglay. Rabu, (01/07/2026).

Menurutnya, Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Namun, kekayaan itu membutuhkan fondasi hukum agar tidak hanya menjadi kebanggaan hari ini, melainkan juga warisan yang tetap hidup bagi generasi mendatang.

Ia mempertanyakan mengapa masih banyak pemerintah daerah yang belum memiliki Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati dan Wali Kota tentang Pemajuan Kebudayaan.

Baca Juga :  Sambal Teri Pete, Lauk Rumahan Favorit yang Pedas Menggoda

Padahal, regulasi tersebut dapat menjadi pijakan untuk melindungi Objek Pemajuan Kebudayaan, memperkuat pendidikan berbasis muatan lokal, memberi kepastian bagi pelaku budaya, hingga memastikan dukungan anggaran yang berkesinambungan.

“Kalau sistemnya kuat, siapa pun pemimpinnya nanti, kebudayaan akan tetap mendapat perhatian. Jangan sampai keberlangsungan budaya bergantung pada siapa yang sedang memimpin, tetapi harus dijamin oleh kebijakan yang berpihak,” katanya.

Bagi Ki Panglay, kritik yang disampaikan bukan untuk menyudutkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan kebudayaan Jawa Barat. Ia meyakini, kepemimpinan yang baik tidak hanya dikenang karena kecintaannya terhadap budaya, tetapi juga karena keberhasilannya membangun sistem yang mampu menjaga budaya tetap hidup.

Baca Juga :  Buku “Inilah Prabowo, Apa Adanya” Resmi Hadir di Tokopedia

“Kita semua tentu ingin melihat Jawa Barat menjadi contoh dalam pemajuan kebudayaan. Bukan hanya karena kuat dalam simbol dan tradisi, tetapi juga karena memiliki regulasi yang melindungi setiap warisan budayanya. Itulah ikhtiar yang akan dikenang oleh sejarah,” pungkasnya.***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakHaaland Jadi Pahlawan, Norwegia Singkirkan Pantai Gading dari Piala Dunia 2026
Artikulli tjetërKemenko Polkam Perkuat Sinergi Aparat Penegak Hukum Jelang Implementasi KUHAP 2025