Beranda Berita Terkini Sumur Warga Diduga Tercemar, Dapur MBG di Cigudeg Disorot: Program Gizi Jangan...

Sumur Warga Diduga Tercemar, Dapur MBG di Cigudeg Disorot: Program Gizi Jangan Sampai Lukai Lingkungan

Publikbogornews.com – Polemik pengelolaan limbah dapur MBG SPPG Mekarjaya 02 Yayasan Bina Insan Mulia di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, memicu keresahan warga.

Program yang seharusnya memberi manfaat gizi kini justru dituding meninggalkan persoalan lingkungan dan kesehatan.

Sudarjat, warga Kampung Toge RT 01/05 Desa Mekarjaya, mengaku sumur miliknya tercemar sejak bulan puasa akibat aktivitas dapur tersebut.

Ia mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, namun belum ada penanganan nyata.

Baca Juga :  Italia Pesta Gol, Prancis Tundukkan Ukraina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa

“Sudah sering saya sampaikan, tapi tidak digubris,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Kepala SPPG Mekarjaya 02, Muhamad Alfitrah, mengakui adanya kebocoran instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Ia menyebut perbaikan tengah dilakukan, sekaligus mengakui dapur telah beroperasi sekitar tiga bulan.

“Iya, kami akui ini salah dan sedang diperbaiki,” katanya.

Sorotan semakin tajam setelah Ketua LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), Sambas Alamsyah, melakukan inspeksi lapangan.

Ia menemukan sejumlah kondisi yang dinilai jauh dari standar kelayakan, mulai dari ruang pengolahan tanpa plafon, area penyimpanan gas yang kumuh dan tergenang, area pencucian berantakan, hingga bau menyengat akibat kebocoran limbah.

Baca Juga :  Lawan Petugas, Dua Maling Motor Ditembak Polisi

“Ini bukan sekadar kelalaian. Kalau menyangkut makanan dan kesehatan masyarakat, standar tak boleh ditawar,” tegas Sambas.

Tak hanya itu, Sambas juga menyoroti dugaan belum lengkapnya perizinan operasional. Menurutnya, mayoritas izin belum dimiliki meski distribusi makanan disebut sudah berjalan berbulan-bulan.

Baca Juga :  Liverpool vs Arsenal: Big Match Penentu Laju Awal Musim

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program sosial sebaik apa pun bisa kehilangan makna bila pelaksanaannya abai terhadap aturan dan warga sekitar.

Gizi masyarakat penting, tetapi hak warga atas air bersih dan lingkungan sehat jauh lebih mendasar.

Warga kini berharap pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional turun tangan cepat, bukan sekadar menunggu gaduh membesar.

Sebab ketika sumur warga mulai tercemar, yang dipertaruhkan bukan hanya citra program, melainkan keselamatan masyarakat.***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprak3 WN Ghana Ditangkap Imigrasi Bali, Tak Bisa Tunjukkan Paspor Asli
Artikulli tjetërKisah Pilu Gaza: Trauma Perang Bikin Anak Palestina Kehilangan Suara