Publikbogornews.com – United Arab Emirates dilaporkan memperingatkan United States bahwa mereka bisa menjual sebagian minyak menggunakan China yuan jika konflik dengan Iran memicu kelangkaan dolar AS di kawasan Teluk.
Langkah ini dinilai berpotensi mengguncang sistem petrodolar, yang selama ini menjadi fondasi utama perdagangan energi global karena transaksi minyak mayoritas memakai dolar AS.
Jika produsen besar seperti UEA benar-benar beralih, meski hanya sebagian, ke yuan, hal itu bisa menjadi sinyal perubahan besar dalam peta keuangan dunia.
Ketegangan kawasan meningkat usai serangan Iran ke negara-negara Teluk sebagai respons atas aksi militer AS dan Israel, yang turut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan likuiditas dolar di kawasan.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow








































