Publikbogornews.com – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Dokumen Ancaman Dasar Desain Nasional (ADDN) 2026 di kantor BAPETEN, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Rapat ini bertujuan memperbarui data dan informasi lintas sektor guna menghasilkan dokumen ancaman yang aktual dan kredibel sebagai dasar penguatan sistem pengamanan instalasi serta bahan nuklir.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko D. Indarto, menegaskan bahwa ADDN bukan sekadar daftar ancaman, melainkan landasan strategis dalam merancang dan mengevaluasi sistem pengamanan berdasarkan perkembangan ancaman yang relevan.
Menurutnya, ADDN 2026 harus menjadi living document yang terus diperbarui seiring dinamika lingkungan strategis, didukung penilaian berbasis intelijen dan risiko agar Indonesia mampu mengantisipasi, mencegah, merespons, dan beradaptasi terhadap berbagai ancaman.
Rapat juga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ancaman siber, kecerdasan artifisial (AI), drone, ancaman orang dalam, keamanan informasi strategis, hingga pengamanan material nuklir dan radioaktif.
Kemenko Polkam mendorong penguatan koordinasi lintas sektor, sistem deteksi dan peringatan dini, serta penyelarasan penilaian ancaman secara berkelanjutan.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































