Publikbogornews.com – Pemerintah Indonesia mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui berbagai program strategis, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW, perluasan penggunaan biodiesel B50, pengolahan sampah menjadi energi, penerapan teknologi carbon capture, restorasi mangrove, hingga penguatan Sistem Registri Unit Karbon.
Jika seluruh program berjalan sesuai potensi, rangkaian kebijakan tersebut diperkirakan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekitar 201–209 juta ton CO₂e per tahun.
Meski demikian, capaian tersebut masih berupa estimasi dan memerlukan pelaksanaan yang konsisten serta pengawasan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, pemerintah menargetkan terwujudnya energi nasional yang lebih mandiri, lingkungan yang lebih bersih, serta pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan Indonesia di masa depan.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































