Publikbogornews.com – Pemerintah menegaskan penyesuaian harga Pertamax merupakan konsekuensi dari statusnya sebagai BBM non-subsidi yang mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Meski demikian, pemerintah dan Pertamina telah menahan kenaikan harga selama beberapa bulan terakhir untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memberi waktu adaptasi bagi masyarakat.
Di tengah penyesuaian tersebut, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Pemerintah menilai harga BBM setara RON 92/95 di Indonesia masih kompetitif dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara.
Berbagai langkah strategis terus ditempuh guna menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat kesejahteraan rakyat, dan memastikan pembangunan nasional berjalan berkelanjutan.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow



































