Publikbogornews.com — Suhu udara di Mina, Arab Saudi, mencapai 42 derajat celcius pada hari kedua tasrik, Kamis (28/5/2026). Meski cuaca ekstrem menyelimuti kawasan tenda jemaah, ribuan jemaah haji Indonesia tetap bertahan menjalankan rangkaian ibadah dengan penuh semangat.
Jemaah asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengatakan panas di Mina sudah terasa sejak awal kedatangan jemaah di Tanah Suci. Bahkan, pendingin ruangan di dalam tenda dinilai belum mampu sepenuhnya meredam suhu panas.
“Cuaca memang sangat panas, sekitar 42 derajat celcius. Tapi sejak awal petugas sudah mengingatkan agar jemaah menjaga kondisi tubuh,” ujar Iwan.
Untuk mengurangi rasa gerah, para jemaah melakukan berbagai cara, mulai dari membasahi handuk, menyemprot wajah dengan air hingga menggunakan payung saat keluar tenda menuju lokasi lontar jumrah.
Sementara itu, Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan, menyebut cuaca panas di Mina menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah asal Bogor yang terbiasa dengan udara sejuk. Namun demikian, tingginya suhu tidak menyurutkan semangat ibadah para jemaah.
“Alhamdulillah jemaah tetap bertahan dan semangat menjalankan agenda di Mina, terutama melontar jumrah,” kata Ade.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian puncak ibadah haji mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah hingga bermalam di Mina berjalan lancar. Jemaah yang mengambil nafar awal dijadwalkan segera kembali ke Mekkah untuk melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tawaf wada sebelum pulang ke Indonesia.
“Secara keseluruhan tinggal beberapa rangkaian terakhir sebelum kembali ke tanah air,” pungkasnya.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow







































