Publikbogornews.com – Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat setelah Kim Jong Un dikabarkan akan menempatkan sistem artileri baru di wilayah perbatasan dengan Korea Selatan. Langkah ini dinilai dapat memperburuk hubungan kedua negara yang memang sudah lama memanas.
Media pemerintah Korean Central News Agency melaporkan, Kim Jong Un baru saja mengunjungi pabrik amunisi untuk meninjau produksi meriam howitzer swa-gerak 155 milimeter tipe terbaru. Artileri tersebut disebut memiliki jangkauan lebih dari 60 kilometer dan akan ditempatkan di unit artileri jarak jauh dekat perbatasan tahun ini.
Dengan kemampuan tersebut, wilayah pusat Seoul hingga sebagian besar Provinsi Gyeonggi diperkirakan masuk dalam radius serangan. Area itu diketahui merupakan pusat kepadatan penduduk dan kawasan industri utama Korea Selatan.
KCNA menyebut sistem senjata baru ini akan memberikan “keuntungan signifikan” bagi operasi militer darat Korea Utara. Langkah Pyongyang terjadi di tengah hubungan kedua negara yang terus memburuk, meski pemerintah Korea Selatan beberapa kali menawarkan dialog damai.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara juga diketahui menghancurkan jalur jalan dan rel kereta penghubung antar-Korea serta memperkuat pertahanan di kawasan perbatasan.
Secara teknis, Korea Utara dan Korea Selatan masih berada dalam status perang sejak konflik 1950–1953 hanya berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai permanen. Sikap keras Pyongyang juga terlihat dari revisi konstitusi terbaru yang menghapus seluruh klausul tentang penyatuan kembali Semenanjung Korea.
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow







































