Publikbogornews.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap hasil awal penyelidikan insiden yang menewaskan tiga personel Indonesia dalam misi penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon pada 29–30 Maret lalu.
Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, menyatakan proyektil yang mengenai lokasi PBB diduga kuat berasal dari tembakan tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel.
“Berdasarkan bukti, termasuk analisis dampak dan fragmen proyektil, peluru tersebut merupakan amunisi utama tank kaliber 120 mm yang ditembakkan dari arah timur menuju Ett Taibe,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Rabu (8/4).
Dujarric menambahkan, pihak UNIFIL sebelumnya telah membagikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada militer Israel pada 6 dan 22 Maret untuk meminimalkan risiko terhadap personel PBB.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































