Publikbogornews.com – Panggung Piala Dunia 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan sengit dengan format baru yang diikuti 48 negara.
Namun di balik euforia itu, terselip ironi besar: sejumlah kekuatan tradisional justru gagal lolos, memaksa banyak pemain bintang absen dari turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Kejutan terbesar datang dari kegagalan Timnas Italia. Negara dengan sejarah panjang di sepak bola dunia itu kembali tersingkir, melanjutkan tren buruk dalam beberapa edisi terakhir.
Selain Italia, negara lain seperti Nigeria, Hungaria, hingga Kamerun juga gagal mengamankan tiket.
Dampaknya, daftar pemain top yang absen pun dipenuhi nama-nama besar dengan nilai pasar tinggi dan reputasi kelas dunia.
Di bawah mistar, Gianluigi Donnarumma menjadi simbol ironi.
Sejak muda ia digadang sebagai salah satu kiper terbaik dunia, namun hingga memasuki usia matang, kesempatan tampil di Piala Dunia masih menjadi tanda tanya besar akibat kegagalan negaranya.
Di lini belakang, nama-nama seperti Alessandro Bastoni, Riccardo Calafiori, dan Federico Dimarco harus menerima kenyataan pahit.
Bastoni bahkan menjadi sorotan usai kartu merah krusial dalam laga penentuan, sementara Dimarco tetap tampil impresif di level klub tanpa mampu menyelamatkan negaranya.
Dari lini tengah, kualitas tak kalah mentereng hadir lewat Nicolò Barella dan Sandro Tonali. Keduanya merupakan motor permainan Italia, namun tetap gagal membawa timnya ke putaran final.
Sementara itu, Dominik Szoboszlai harus menerima nasib serupa setelah Hungaria tak mampu bersaing di fase kualifikasi.
Dari Afrika, talenta muda seperti Carlos Baleba dan Bryan Mbeumo juga dipastikan absen usai Kamerun tersingkir. Padahal, keduanya tampil menjanjikan dan diprediksi menjadi komoditas panas di bursa transfer.
Di lini depan, absennya Victor Osimhen menjadi pukulan besar. Striker tajam Nigeria itu gagal membawa negaranya melewati fase penentuan, meski tampil konsisten di level klub.
Hal serupa dialami Khvicha Kvaratskhelia yang tak mampu mengangkat Georgia dari ketatnya persaingan grup kualifikasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola internasional kini semakin kompetitif. Nama besar dan kualitas individu tak lagi menjamin tiket ke Piala Dunia tanpa kekuatan kolektif tim.
Piala Dunia 2026 memang akan tetap meriah, tetapi tanpa kehadiran sejumlah bintang ini, turnamen tersebut juga menyisakan cerita tentang mimpi yang tertunda—dan peluang yang belum tentu datang kembali.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































