Beranda Berita Terkini Pria Kelahiran Cianjur, Kang Den Agung Kupas Jejak Ratu Shima: Sosok yang...

Pria Kelahiran Cianjur, Kang Den Agung Kupas Jejak Ratu Shima: Sosok yang Disebut Menjadi Titik Awal Dinasti Besar Nusantara

Publikbogornews.com – Sejarawan dan pegiat sejarah Kang Den Agung, pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat, membagikan kisah menarik mengenai sosok Ratu Shima dalam sebuah pemaparan pada Senin (29/6/2026).

Menurutnya, di balik ketegasan sang ratu tersimpan jejak panjang yang menghubungkan lahirnya sejumlah kerajaan besar di Nusantara.

Kang Den Agung menuturkan, Ratu Shima lahir sekitar tahun 611 M di wilayah Keling, Jepara, dari keluarga pendeta Hindu Siwa. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang tegas, disiplin, dan menjunjung tinggi keadilan.

Karakter itulah yang kemudian menjadikannya dikenang sebagai salah satu pemimpin perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Jawa kuno.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan Anti Narkoba
Den Agung, Sejarawan Asal Cianjur Jawa Barat (dox, tangkaparan layar tiktok)

Perjalanan hidup Ratu Shima semakin menentukan ketika ia menikah dengan Pangeran Kartikeyasingha, pewaris takhta Kalingga Selatan.

Dari pernikahan tersebut lahir Dewi Parwati dan Narayana (Iswara), yang kelak menjadi mata rantai lahirnya dinasti-dinasti besar di Nusantara.

Menurut Kang Den Agung, garis keturunan Ratu Shima kemudian berlanjut melalui Dewi Parwati yang menikah dengan Sang Jalantara, putra mahkota Kerajaan Galuh.

Dari keturunan mereka lahirlah Dewi Sannaha, yang kemudian menikah dengan Prabu Sanna dan melahirkan Sanjaya.

“Di tangan Sanjaya, sejarah memasuki babak baru. Ia berhasil menyatukan Galuh dan Sunda setelah merebut kembali hak atas Kerajaan Galuh, sekaligus menerima takhta Sunda.

Baca Juga :  Luhut: Iran Tak Akan Lama Menutup Selat Hormuz

Penyatuan ini menjadi tonggak penting lahirnya kekuatan politik besar di Tanah Jawa,” ujar Kang Den Agung.

Tak hanya memiliki hubungan dengan Galuh dan Sunda, silsilah tersebut juga terhubung dengan Tarumanagara hingga Sriwijaya.

Hal itu bermula dari dua putri Raja Linggawarman, yakni Dewi Manasih yang menikah dengan Tarusbawa, pendiri Kerajaan Sunda, serta Dewi Sobakancana yang dipersunting Sri Jayanasa, pendiri Sriwijaya.

Melalui rangkaian perkawinan politik tersebut, menurut Kang Den Agung, terbentuk jejaring kekeluargaan yang menghubungkan Kalingga, Galuh, Sunda, Mataram, hingga Sriwijaya dalam satu garis keturunan.

“Jika ditelusuri dari silsilahnya, Ratu Shima bukan sekadar seorang ratu. Ia merupakan figur sentral yang menjadi titik awal lahirnya dinasti-dinasti besar Nusantara.

Baca Juga :  Jumlah Pohon di Bumi Ternyata Lebih Banyak dari Bintang di Galaksi Bima Sakti

Dari garis keturunannya lahir tokoh-tokoh yang membentuk arah sejarah Jawa dan Sumatra pada abad ke-7 hingga ke-8,” jelasnya.

Meski demikian, Kang Den Agung menekankan bahwa kajian mengenai silsilah kerajaan kuno masih terus berkembang.

Berbagai prasasti, naskah kuno, dan hasil penelitian menjadi dasar penting dalam merekonstruksi sejarah Nusantara.

“Bagi saya, memahami Ratu Shima bukan hanya mengenang seorang pemimpin perempuan yang adil, tetapi juga memahami bagaimana jaringan keluarga kerajaan membentuk wajah politik Nusantara pada masa awal perkembangannya,” pungkasnya.***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMenteri Pertanian Genjot 9 Strategi Kunci Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional
Artikulli tjetërKepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 82,4 Persen, Founder Kontra Narasi: Bukti Reformasi Berjalan