Beranda Berita Terkini Ratusan Juta Dana Desa Tahun 2024 dan 2025 Habis, Tapi Lapangan Pasir...

Ratusan Juta Dana Desa Tahun 2024 dan 2025 Habis, Tapi Lapangan Pasir Balok Desa Sipak Mangkrak

Publikbogornews.com – Kekecewaan warga Kampung Parungsapi Masjid, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, memuncak setelah pembangunan Lapangan Pasir Balok tak kunjung rampung.

Lapangan yang dulu menjadi ruang olahraga masyarakat kini terbengkalai, meski anggaran pembangunan disebut telah menelan lebih dari Rp350 juta dari Dana Desa.

Keluhan warga ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar di grup WhatsApp. Dalam video itu, warga bernama Kanta menyoroti perubahan kondisi lapangan yang dinilai jauh dari harapan.

“Ini awalnya lapangan bola bagus, seratus persen bisa digunakan dan pernah dipakai kompetisi,” ujar Kanta.

Baca Juga :  Kenapa Mimpi Terasa Sangat Nyata? Begini Penjelasan Sainsnya

Namun setelah proyek penataan dilakukan, kondisi lapangan justru disebut tak pernah selesai. “Setelah dibangun, hampir satu tahun lapangan ini tidak pernah benar dan tidak pernah selesai,” lanjutnya.

Tak hanya soal bangunan yang mangkrak, warga juga mengaku kecewa karena merasa tidak dilibatkan dalam proses perencanaan. Mereka menilai tidak ada sosialisasi terbuka mengenai pembangunan stadion mini tersebut.

Baca Juga :  Serius Benahi Tata Ruang dan Kebudayaan, Bupati Bogor Bentuk Dua Dinas Baru

 

“Kami protes sebagai warga Kampung Parungsapi Masjid. Pembangunan ini tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Kanta.

Sorotan warga itu berbanding lurus dengan besarnya anggaran yang telah digelontorkan. Sekretaris Desa Sipak, Firdaus, menyebut dana pembangunan mencapai ratusan juta.

“RT RW juga tahu, karena dibahas di musrenbang. Anggaran sudah ke pihak ketiga. Sekarang sudah mulai dikerjakan lagi, sedang disemprot,” kata Firdaus saat dikonfirmasi redaksi.

Baca Juga :  Bupati Bogor Instruksikan Percepatan Pembangunan Hutan Kota di Seluruh Kecamatan

 

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Jasinga, Kang Sandi, mengatakan proyek tersebut berjalan sejak 2024 hingga 2025 menggunakan Dana Desa.

Ia menyebut pihak kecamatan telah melayangkan surat teguran, surat pernyataan, hingga surat peringatan.

Kini warga hanya meminta hal sederhana: lapangan yang kembali bisa dipakai anak-anak bermain, pemuda berolahraga, dan masyarakat berkumpul. Karena bagi mereka, pembangunan seharusnya menghadirkan manfaat, bukan meninggalkan kecewa. ***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakKemenko Polkam Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Gelar Dialog Bersama Para Gubernur
Artikulli tjetërGus Ipul Tegaskan Pengelola Perpustakaan Lebih Penting dari Menteri di Sekolah Rakyat