Publikbogornews.com – Pemerintah Iran menolak tawaran gencatan senjata 45 hari dari Amerika Serikat (AS), dengan alasan hanya akan menjadi “akhir perang yang dipaksakan”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan jeda sementara justru memberi peluang lawan menyusun ulang kekuatan militer.
Menurutnya, Iran menginginkan penyelesaian konflik yang permanen, bukan jeda taktis. Sejumlah tuntutan AS, termasuk proposal 15 poin, juga telah ditolak karena dianggap berlebihan.
“Iran tidak ragu menyampaikan tuntutan sah demi kepentingan nasional,” tegas Baqaei.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































