Beranda Berita Terkini Akibat Kebocoran IPAL, Sungai Cidurian Tercemar, Ikan-Ikan Pada Mati

Akibat Kebocoran IPAL, Sungai Cidurian Tercemar, Ikan-Ikan Pada Mati

Tampak ikan mati akibat tercemar limbah

Publikbogornews.com – Warga Kecamatan Jasinga kembali dikejutkan dengan perubahan kondisi Sungai Cidurian pada Kamis (16/4/2026). Air sungai tampak menghitam, berbau, dan ditemukan sejumlah ikan mati di beberapa titik aliran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi tersebut diduga terjadi akibat kebocoran kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PTPN IV PKS Cikasungka di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Kebocoran disebut dipicu longsornya bagian dinding kolam setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada malam sebelumnya.

Baca Juga :  Empat Warga Bogor Barat Meninggal, Aktivitas Tambang Pongkor Jadi Perhatian
Kondisi Sungai Cidurian saat tercemar limbah

Pihak perusahaan melalui humas yang akrab disapa Bang Iwan menjelaskan bahwa tim telah bergerak cepat menangani kejadian tersebut.

“Ada longsor semalam, saat ini tim sudah menurunkan alat berat untuk memperbaiki,” ujarnya. Kamis, (16/4/2026).

Dampak pencemaran dirasakan warga di sejumlah wilayah yang dilintasi aliran Sungai Cidurian, mulai dari Cigudeg, Jasinga, Tenjo, hingga wilayah hilir lainnya.

Kondisi ini menimbulkan perhatian masyarakat karena sungai merupakan sumber penting bagi aktivitas sehari-hari warga.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Gelar Dialog Bersama Para Gubernur

Menindaklanjuti kejadian itu, pihak manajemen PKS Cikasungka bersama Muspika Kecamatan Cigudeg dan Jasinga, tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor menggelar musyawarah untuk menentukan langkah penanganan.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah upaya perbaikan, di antaranya percepatan penanganan kebocoran, penguatan konstruksi IPAL agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, pembangunan IPAL permanen sesuai standar teknis, pengawasan 24 jam, serta peningkatan komunikasi dengan masyarakat.

Baca Juga :  Menteri ATR/BPN Perintahkan Kantor Buka Akhir Pekan Demi Kejar Target Penyelesaian Berkas

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menyiapkan program bantuan dan kompensasi bagi warga terdampak melalui mekanisme CSR.

Kendati demikian, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi, sekaligus perlunya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat agar lingkungan tetap terjaga serta kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga Bogor Disorot, Progres dan Transparansi Jadi Perhatian
Artikulli tjetërUsai Banjir Terjang Gobang, Pemkab Bogor Percepat Perbaikan Jembatan Ambruk