
Publikbogornews.com – Semangat para pejuang rakyat Jasinga dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca-1945 kini mulai kembali diangkat ke permukaan.
Melalui sebuah buku berjudul Sejarah Perjuangan Rakyat Jasinga, pegiat sejarah muda asal Jasinga, Radien, berupaya merekonstruksi memori kolektif tentang perjuangan yang selama ini belum banyak tercatat dalam buku sejarah.
Buku yang disusun dan dicetak secara mandiri itu telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk kepada Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor.
“Buku ini bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi mendatang,” ujar Radien.
Ia menuturkan, banyak warga Jasinga yang turut bertempur di berbagai medan perjuangan antara tahun 1945 hingga 1950, bahkan gugur di sejumlah wilayah seperti Sindangbarang, Leuwiliang, Sukabumi, hingga Purwakarta.
Saat ini, naskah buku tersebut tengah dalam tahap penyempurnaan dan pengurusan ISBN sebelum diterbitkan secara resmi. Radien berharap ikhtiar ini juga dapat disampaikan langsung kepada Bupati Bogor.
Menurutnya, buku tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang, ulama, tokoh masyarakat, dan warga Jasinga yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini bukan catatan sejarah yang sempurna, tetapi sebuah ikhtiar untuk merawat ingatan kolektif agar jasa para pejuang tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya. (cok)***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow



































