Publikbogornews.com – Nilai tukar Rupiah terus tertekan hingga menembus level Rp17.400 per dolar AS pada Selasa (5/5/2026), memicu kekhawatiran di pasar keuangan domestik.
Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menilai pelemahan ini berpotensi mendorong keluarnya dana asing (capital outflow) dari pasar saham Indonesia.
Kondisi tersebut dipicu meningkatnya risiko nilai tukar yang membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko.
“Rupiah yang terus melemah berpotensi memicu outflow asing, karena risiko nilai tukar naik,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, investor internasional biasanya akan mengalihkan dana ke instrumen yang lebih stabil saat volatilitas mata uang meningkat.
Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap pasar saham nasional berpotensi semakin besar.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow







































