Beranda Berita Terkini Pemuda Bergerak, Pemda Bogor Menyusul: Jalan Rusak di Kadaka Mulai Ditambal

Pemuda Bergerak, Pemda Bogor Menyusul: Jalan Rusak di Kadaka Mulai Ditambal

Publikbogornews.com — Aksi pemuda yang patungan menambal jalan berlubang di wilayah barat Kabupaten Bogor akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah daerah.

Pada malam hari usai aksi digelar, penambalan dilakukan di sejumlah titik paling parah di sekitar Jalan Kadaka, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg.

Langkah itu disambut apresiasi warga. Meski perbaikan baru menyasar titik-titik kritis dan dilakukan secara bertahap dengan keterbatasan personel, kehadiran pemerintah di lapangan dinilai sebagai sinyal positif.

Baca Juga :  Pemuda Patungan Tambal Jalan Nasional, Ujian Koherensi Sosial Negara

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Sudah disampaikan semua, mereka sudah bekerja hanya saja kejar-kejaran,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (21/02/2026).

Di sisi lain, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, menegaskan bahwa meskipun ruas tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap dapat melakukan penanganan sementara untuk penambalan.

Baca Juga :  Menteri Nusron Serahkan Persub RTRW Sulut, Minta Jadi Acuan Kabupaten/Kota

“Ada baiknya teman-teman berkoordinasi dan berkolaborasi dengan UPT jalan setempat karena Bupati sudah menginstruksikan, meski itu kewenangan pusat, kalau untuk nambal bisa dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).

Sehari sebelumnya, Sabtu (21/02/2026), pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Bumi Putra Bogor Barat turun langsung menutup lubang di ruas jalan tersebut dengan alat seadanya.

Pemuda Patungan Tambal Jalan Nasional, Ujian Koherensi Sosial Negara

Kerusakan jalan selama ini dikeluhkan warga karena kerap memicu kecelakaan, terlebih dengan minimnya penerangan jalan umum pada malam hari.

Baca Juga :  Bingka Serikaya, Kue Khas Banjarmasin yang Lembut dan Legit

Padahal, ruas itu merupakan akses vital menuju sekolah, rumah sakit, pasar, dan pusat layanan publik.

Secara regulasi, tanggung jawab perbaikan jalan nasional memang berada di tangan pemerintah pusat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan melalui Ditjen Bina Marga dan balai pelaksana jalan nasional.

Pemuda Patungan Tambal Jalan Nasional, Ujian Koherensi Sosial Negara

Namun bagi warga, persoalan di lapangan sering kali lebih mendesak daripada batas kewenangan administratif.

Baca Juga :  Bingka Serikaya, Kue Khas Banjarmasin yang Lembut dan Legit

“Kalau pemuda bisa patungan demi menutup lubang, mengapa negara belum hadir sepenuhnya?” ujar salah satu koordinator aksi.

Ia menegaskan, gerakan itu bukan bentuk perlawanan, melainkan pengingat. “Ini bukan soal menyerang. Ini pengingat tentang pentingnya koherensi sosial antara negara dan rakyatnya.”

Bukan Siapa yang Salah, Tapi Siapa yang Bergerak
Respons cepat pemerintah daerah menunjukkan bahwa kolaborasi masih mungkin terjadi.

Baca Juga :  Rekomendasi Film Sejarah Islam, Sarat Keteladanan dan Inspirasi

Aksi warga menjadi alarm, dan pemerintah menjawab dengan langkah konkret, meski belum menyeluruh.

Karena, jalan adalah denyut aktivitas masyarakat, tempat anak-anak berangkat sekolah, warga menuju rumah sakit, pedagang mencari nafkah.

Di Cigudeg, pesan itu sudah tersampaikan, bahwa ketika rakyat bergerak, negara pun semestinya berjalan lebih cepat.***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakMenteri Nusron Serahkan Persub RTRW Sulut, Minta Jadi Acuan Kabupaten/Kota
Artikulli tjetërRieke Diah Pitaloka Desak Pengusutan Transparan atas Meninggalnya Siswa SMP di Sukabum