Beranda Olahraga Marc Marquez Terancam Dipaksa Pakai Nomor 1 di MotoGP 2026, Tradisi Lama...

Marc Marquez Terancam Dipaksa Pakai Nomor 1 di MotoGP 2026, Tradisi Lama Terancam Patah

Publikbogornews.com– Tradisi unik MotoGP yang selama ini memberi kebebasan juara dunia memilih nomor balapnya akan segera berubah.

Liberty Media bersama Dorna Sports dikabarkan akan mewajibkan setiap juara dunia menggunakan nomor 1 pada musim berikutnya, mulai 2026.

Aturan baru ini berpotensi memaksa Marc Marquez, bintang Ducati Lenovo Team, meninggalkan nomor kebanggaannya, 93, yang selama ini melekat erat dengan identitasnya.

Baca Juga :  MU dan Arsenal Berebut Angelo Stiller

Padahal, Marquez termasuk dalam deretan rider top yang menolak memakai nomor 1, lebih memilih mempertahankan nomor pribadi sebagai simbol perjalanan kariernya.

Tradisi menolak nomor 1 bukan hal baru di MotoGP.

Sejak era Barry Sheen di tahun 1970-an, sejumlah legenda seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Joan Mir, Fabio Quartararo, hingga Marquez sendiri konsisten menolak aturan tak tertulis itu.

Baca Juga :  Rooney Kritik Keras Mohamed Salah Usai Liverpool Dibantai Manchester City

Saat ini, nomor 1 sedang dipakai oleh Jorge Martin (Aprilia Racing), setelah meraih gelar juara dunia MotoGP 2024 bersama Ducati dan Prima Pramac Racing.

Namun, sejak 1999, nomor 1 dianggap membawa “kutukan”, karena hampir semua pemakainya gagal mempertahankan gelar dunia.

Baca Juga :  Garuda Putri U-17 Tantang Myanmar, Misi Lanjutkan Tren Positif di Kualifikasi Piala Asia 2026

Satu-satunya pengecualian adalah Francesco “Pecco” Bagnaia, yang sukses menjuarai MotoGP 2023 meski mengenakan nomor 1, bukan nomor aslinya, 63.

Jika regulasi ini benar-benar diterapkan, MotoGP 2026 akan menjadi tahun bersejarah bukan hanya karena perubahan aturan, tetapi juga karena dunia balap mungkin akan menyaksikan Marc Marquez dengan nomor 1 untuk pertama kalinya dalam kariernya.***

Artikulli paraprakBupati Rudy Susmanto Pimpin Rapat Koordinasi Cari Solusi Permasalahan Desa di Sukamakmur
Artikulli tjetër4 ‘Anak Emas’ Shin Tae-yong yang Hilang dari Skuad Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert