Publikbogornews.com – Di tengah munculnya berbagai opini dan dugaan terkait siswa maupun data kelembagaan, PKBM Nurul Falah memilih bersikap tenang.
Alih-alih larut dalam perdebatan, lembaga pendidikan nonformal itu tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa—mendampingi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan.
Kepala Sekolah PKBM Nurul Falah, Raod Kamaluddin, menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran berjalan aktif dan terdokumentasi.

Menurutnya, sistem yang diterapkan memang dirancang fleksibel agar dapat menjangkau lebih banyak peserta didik, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan akses.
“Kegiatan belajar mengajar di PKBM Nurul Falah sangat variatif dan fleksibel. Bisa kapan saja dan di mana saja, sehingga memudahkan peserta didik untuk mengakses pendidikan,” ujar Raod, Kamis (12/2/2025).
Ia menjelaskan, fleksibilitas tersebut bukan berarti tanpa aturan.

Jika kegiatan belajar dilaksanakan di luar lokasi utama, pihak PKBM akan membuat nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian dengan pemilik tempat agar proses belajar tetap nyaman, tertib, dan sesuai ketentuan.
“Yang penting anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Kami pastikan ada kerja sama resmi jika menggunakan tempat lain,” jelasnya.
Selain pembelajaran tatap muka, PKBM Nurul Falah juga menyediakan metode pembelajaran daring bagi peserta didik yang sudah bekerja.
Skema ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin tetap sekolah tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

“Kami memahami tidak semua anak memiliki kondisi yang sama. Ada yang harus bekerja sambil sekolah. Karena itu, pembelajaran online kami siapkan agar tetap mudah, efektif, dan efisien,” tambah Raod.
Baginya, yang terpenting adalah memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak atas pendidikan, termasuk memperoleh ijazah sebagaimana mestinya melalui program yang difasilitasi pemerintah.
“Harapan saya, anak-anak bisa merasakan pendidikan gratis dari pemerintah dan mendapatkan ijazah sebagaimana mestinya. Itu yang menjadi tujuan utama kami,” tutupnya.
Di balik berbagai opini yang beredar, PKBM Nurul Falah memilih tetap berdiri pada komitmennya: membuka akses pendidikan seluas-luasnya, dengan hati dan tanggung jawab.***








































