Publikbogornews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak ke Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, menyusul terungkapnya penyelundupan 1.000 ton beras ilegal tanpa prosedur karantina dan kepabeanan.
Mentan Amran menilai praktik tersebut sebagai pengkhianatan terhadap petani dan ancaman serius bagi kedaulatan pangan nasional, terlebih saat Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan stok nasional di atas 3 juta ton.
Ia menegaskan kasus ini harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya karena berpotensi merugikan 115 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Pemerintah bersama Bea Cukai, Karantina, TNI-Polri, dan aparat penegak hukum berkomitmen menindak tegas seluruh pelaku kejahatan pangan demi melindungi petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.***








































