Beranda Berita Terkini Empat Warga Bogor Barat Meninggal, Aktivitas Tambang Pongkor Jadi Perhatian

Empat Warga Bogor Barat Meninggal, Aktivitas Tambang Pongkor Jadi Perhatian

Publikbogornews.com – Rentetan kematian misterius kembali menghantui Bogor Barat. Empat warga dari dua kecamatan dilaporkan meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan.

Dugaan sementara publik mengarah pada aktivitas pertambangan di kawasan Antam Pongkor, Kecamatan Nanggug, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Dua korban diketahui berinisial Ki dan Ka, warga Kampung Sirna RT 003 RW 001, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Keduanya meninggal dunia dan langsung dimakamkan dan Informasi tersebut dibenarkan oleh staf Desa Malasari, Agus. “Iya benar, mereka warga kami dan sudah dimakamkan,” ujarnya singkat, dikutip dari portalbogor.com, Kamis (15/01/2026).

Baca Juga :  Astronaut ISS Dievakuasi Lebih Awal, Catat Sejarah Evakuasi Medis Pertama NASA

Tragedi tak berhenti di Nanggung. Dua warga lainnya, dengan inisial E dan A, asal Kampung Urug RT 004 RW 002, Kecamatan Sukajaya, juga dilaporkan meninggal dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.

Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui perwakilannya, Wisnu Danandi, membantah keras narasi yang beredar di media sosial terkait dugaan ledakan dan ratusan orang terjebak di area tambang.

Baca Juga :  Chelsea Bangkit Lawan Bournemouth, Maresca Konfirmasi Kondisi Skuad

“Informasi tersebut tidak benar atau hoaks,” tegas Wisnu dalam keterangan resmi, Rabu (14/01/2026) kemarin.

Menurutnya, video yang beredar hanyalah dokumentasi penanganan kondisi teknis di tambang bawah tanah dan telah ditangani sesuai prosedur keselamatan.

Ia menegaskan tidak ada ledakan, tidak ada pekerja yang terjebak, dan seluruh aktivitas operasional Antam berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Meski demikian, rentetan kematian warga yang beraktivitas di sekitar wilayah tambang tetap menyisakan pertanyaan besar.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Pimpin Rapat Percepatan Pembangunan Masjid Raya dan Pusat Layanan Haji Bogor Dimatangkan

Di tengah bantahan korporasi, masyarakat menunggu kehadiran negara dengan penyelidikan transparan, penjelasan terbuka, dan jaminan keselamatan warga.

 

PT Antam pun mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada pernyataan resmi perusahaan maupun pihak berwenang.

Namun bagi warga Bogor Barat, satu hal masih menggantung yakni, kebenaran di balik kematian yang datang hampir bersamaan.***

Artikulli paraprakPrabowo: Penguasaan Iptek Kunci Masa Depan Indonesia
Artikulli tjetërHalwan Fauzi Menang Telak, Pimpin DPK KNPI Leuwiliang 2026–2029