Publikbogornews.com — Perwakilan warga dari Kecamatan Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin bersama pengusaha tambang menemui Bupati Bogor di Pendopo Bupati, Cibinong, Rabu (13/1/2026).
Audiensi ini merupakan tindak lanjut aksi demonstrasi warga di Cigudeg pada 12 Januari 2026 terkait dampak penutupan operasional tambang.
Perwakilan warga Cigudeg, Ahmmad Gojali alias Bule, menyampaikan bahwa kebijakan penutupan tambang telah berdampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah segera menghadirkan solusi konkret.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade menyampaikan sejumlah komitmen. Pemkab Bogor memastikan pembangunan jalan tambang terus dipercepat.
Finalisasi trase ditargetkan rampung Januari 2026, pembebasan lahan dialokasikan melalui APBD 2026 sebesar Rp100 miliar, serta kontribusi pengusaha tambang disepakati melalui hibah lahan atau dukungan dana.
Selain itu, land clearing akan dilakukan paralel bersama TNI dan pengusaha. Jalan tambang ditargetkan dapat dilalui truk 20–30 ton pada 2026, dengan betonisasi pada 2027.
Sebagai solusi sementara, truk sumbu dua dan tiga akan dialihkan melalui Cigudeg–Rumpin setelah Jembatan Leuwiranji rampung diperbaiki akhir Januari 2026, sementara truk sumbu satu tetap melintasi Parungpanjang.
Sebagai langkah lanjutan, Bupati Bogor bersama perwakilan masyarakat dan pengusaha dijadwalkan bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pekan depan.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan lanjutan, termasuk pencabutan surat edaran penghentian sementara operasional tambang.
“Kami ingin bekerja kembali dan ikut membangun daerah,” ujar Ahmmad Gojali.***






































