Publikbogornews.com – Manchester United resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim pada awal bulan ini.
Keputusan tersebut diambil setelah performa tim dinilai jauh dari ekspektasi selama satu setengah musim kepemimpinannya. Namun, hasil buruk di lapangan bukan satu-satunya faktor.
Sejumlah laporan media Inggris mengungkap adanya konflik internal yang mempercepat kepergian pelatih asal Portugal itu dari Old Trafford.
Sorotan mengarah pada hubungan Amorim dengan direktur sepak bola MU, Jason Wilcox, yang disebut memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Masalah dipicu oleh pernyataan Wilcox yang dianggap meremehkan posisi Amorim.
Wilcox dikabarkan menyebut Amorim hanya sebagai pelatih, bukan manajer penuh, serta membandingkan perannya sendiri dengan posisi manajer tim utama.
Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari Amorim. Dalam konferensi pers usai laga imbang kontra Leeds United, ia menegaskan statusnya di klub.
“Saya datang sebagai manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih,” tegas Amorim saat itu.
Ia juga menyebut mandat awalnya adalah memimpin tim sebagai manajer penuh selama 18 bulan dan menegaskan tidak akan mundur sebelum klub mengambil keputusan resmi.
Amorim bahkan menyinggung pentingnya setiap departemen klub bekerja sesuai tugas masing-masing tanpa saling mencampuri peran.
Ketegangan internal inilah yang disebut menjadi salah satu faktor kunci di balik berakhirnya era Ruben Amorim di Manchester United.***







































