Publikbogornews.com – Tahun 2025 menjadi periode penuh dinamika dalam lanskap ekonomi Indonesia.
Berbagai peristiwa silih berganti mengguncang pasar, memengaruhi perilaku konsumen, hingga mengubah arah kebijakan ekonomi nasional.
Di tingkat masyarakat, muncul fenomena rojali (rombongan jarang beli) dan rohana (rombongan hanya nanya) yang mencerminkan melemahnya daya beli kelas menengah.
Pusat perbelanjaan tampak ramai, namun transaksi minim, menjadi sinyal tekanan ekonomi yang nyata dirasakan konsumen.
Kondisi ini menjadi alarm bagi sektor ritel, seiring tekanan global dan domestik yang kian menekan. Di sisi lain, pasar keuangan turut bergejolak.
Nilai tukar rupiah sempat tertekan tajam akibat ketegangan geopolitik global, kebijakan suku bunga negara maju, serta derasnya arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang.
Puncak kegemparan terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet yang menyeret nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Isu reshuffle ini langsung mengguncang pasar dan memicu spekulasi luas terkait arah kebijakan ekonomi ke depan.
Sepanjang 2025, setidaknya enam peristiwa ekonomi besar tercatat menggemparkan publik dan pasar, menandai tahun penuh tantangan bagi perekonomian nasional.***







































