Publikbogornews.com — Meski alam semesta dipenuhi miliaran galaksi dan triliunan bintang, langit malam yang terlihat dari Bumi justru didominasi kegelapan dengan taburan cahaya kecil.
Fenomena ini bukan ilusi, melainkan dijelaskan secara ilmiah melalui Paradoks Olbers.
Para ilmuwan menjelaskan, pertama, alam semesta memiliki usia terbatas sekitar 13,8 miliar tahun.
Artinya, cahaya dari banyak bintang yang sangat jauh belum sempat mencapai Bumi.
Kedua, alam semesta terus mengembang, menyebabkan cahaya dari galaksi jauh mengalami pergeseran merah (redshift) hingga tak lagi tampak oleh mata manusia.
Selain itu, ruang angkasa sebagian besar merupakan ruang hampa. Jarak antarbintang sangat berjauhan, sehingga cahaya tidak cukup rapat untuk menerangi langit malam secara merata.
Kesimpulannya, gelapnya alam semesta justru menjadi bukti bahwa kosmos memiliki awal, terus mengembang, dan bersifat dinamis.
Kegelapan bukan tanda kekosongan, melainkan penanda betapa luas dan aktifnya alam semesta.***






































