Publikbogornews.com — Pelaksanaan Reforma Agraria di Desa Soso, Kabupaten Blitar, tak hanya mengubah status kepemilikan tanah, tetapi juga memicu lahirnya generasi baru petani muda yang mandiri dan kreatif.
Jika sebelumnya banyak pemuda setempat bekerja sebagai buruh harian di tambang pasir atau perkebunan, kini mereka mulai menggarap lahan hasil redistribusi secara produktif dan berorientasi pada peningkatan ekonomi keluarga.
Petani muda Desa Soso, Aris Setiawan (37), mengungkapkan perubahan tersebut membawa dampak signifikan.
“Dulu jadi buruh penambang pasir dengan upah harian. Sekarang bertani sendiri, hasilnya lebih pasti dan pendapatan meningkat luar biasa,” ujarnya.
Reforma Agraria di Desa Soso pun menjadi bukti nyata bahwa kepastian akses tanah mampu mendorong regenerasi petani sekaligus membuka ruang kreativitas dan kemandirian ekonomi di pedesaan.***







































