Publikbogornews.com – Pernah terbangun dengan jantung berdebar setelah mimpi dikejar, jatuh, atau bertemu seseorang yang dirindukan? Itu karena saat tidur di fase REM, otak bekerja hampir seaktif ketika kita terjaga.
Pada fase ini, area visual, pusat memori, dan sistem emosi (limbik) justru sangat aktif, sementara bagian otak yang mengatur logika melemah.
Akibatnya, otak memproses gambar dan emosi tanpa filter realitas, membuat mimpi terasa hidup dan penuh sensasi.
Sinyal yang dikirim otak saat bermimpi juga mirip dengan sinyal ketika kita mengalami sesuatu di dunia nyata. Itulah mengapa tubuh ikut merespons: jantung berdebar, napas berubah, hingga emosi terbawa setelah bangun.
Menariknya, karena sistem limbik sangat aktif, mimpi sering terasa lebih intens secara emosional dibanding kejadian nyata. Mimpi juga membantu otak merapikan memori dan mengolah pengalaman yang belum tuntas.
Mimpi bukan sekadar bunga tidur—itu adalah cara otak bekerja dan berbicara dengan dirinya sendiri.***







































