Publikbogornews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, kembali menuai sorotan tajam. Sebuah video viral memperlihatkan dugaan makanan tak layak konsumsi yang diterima siswa—mulai dari nasi, lauk hingga buah yang disebut sudah basi.
Dalam video yang diunggah di media sosial, terdengar keluhan keras: makanan yang seharusnya menyehatkan justru diduga membahayakan.
Narasi yang beredar bahkan menyebut, “Ini mau meracuni anak sekolah?”
Pihak penyelenggara tak membantah sumber makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukajaya 2.
Namun, alasan yang disampaikan justru membuka persoalan baru: kualitas makanan disebut menurun saat distribusi karena jarak jauh dan akses sulit menuju wilayah atas seperti Pasir Madang.
Dalih klasik kembali muncul—logistik dan medan. Padahal, dalam program yang menyangkut konsumsi anak-anak, standar keamanan seharusnya tidak bisa ditawar, apalagi dipertaruhkan pada jarak dan jalan rusak.
Koordinator Kecamatan SPPG Sukajaya mengakui kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi. Sementara pihak SPPG Sukajaya 2 juga meminta maaf, khususnya terkait buah yang lolos dari penyortiran.
Namun publik berhak bertanya: berapa kali “evaluasi” harus dilakukan sebelum sistem benar-benar aman?
Program MBG dirancang untuk mencetak generasi sehat, bukan menjadi eksperimen distribusi yang berisiko.
Jika pengawasan longgar dan standar mutu tidak dijaga dari dapur hingga meja siswa, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar program—melainkan keselamatan anak-anak itu sendiri.***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































