Publikbogornwes.com – Sistem pendidikan di Finlandia kembali jadi sorotan. Negara ini justru meniadakan ujian nasional hingga usia 16 tahun.
Anak-anak diberi ruang belajar tanpa tekanan, mengeksplorasi minat, dan tumbuh dengan ritme yang manusiawi. Bahkan, sekolah formal baru dimulai pada usia 7 tahun.
Kunci utamanya bukan pada banyaknya aturan, melainkan kualitas guru.
Di Finlandia, profesi guru diisi oleh lulusan terbaik universitas dan mendapat kepercayaan penuh untuk menyusun metode pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
Hasilnya nyata, tingkat literasi dan kemampuan matematika mereka konsisten berada di papan atas dunia.
Kontras tajam terlihat di Indonesia. Setiap tahun, anggaran pendidikan terus digelontorkan negara dalam jumlah besar.
Namun di lapangan, wajah pendidikan masih diwarnai tekanan akademik, ketimpangan kualitas, hingga persoalan sosial yang mengkhawatirkan.
Fenomena tawuran pelajar yang berujung korban jiwa, rendahnya empati, hingga hilangnya arah pendidikan karakter menjadi alarm keras.
Sekolah seolah tak lagi menjadi ruang tumbuh, melainkan sekadar arena mengejar angka dan formalitas.
Pertanyaannya sederhana tapi menohok, jika Finlandia bisa membangun generasi unggul dengan pendekatan yang lebih manusiawi, mengapa Indonesia masih terjebak dalam sistem yang justru menjauhkan anak dari makna belajar itu sendiri?***
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































