Publikbogornews.com – Ketegangan memuncak di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Sebanyak 395 pekerja tambang yang terdampak penutupan sementara tambang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga kini belum menerima kompensasi.
Ratusan buruh kembali berunjuk rasa di halaman kantor desa. Mereka menilai penyaluran bantuan tidak transparan dan terkesan tebang pilih.
Data penerima disebut tumpang tindih, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Bayu Septian, aktivis Forum Komunikasi Bumi Putra Bogor Barat, menyebut kebijakan penutupan tambang telah memukul keras ekonomi warga.
“Adik saya, tetangga, saudara kehilangan pekerjaan. Mereka dirumahkan tanpa kepastian. Sementara kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Ia juga mengungkapkan salah satu perusahaan di wilayah tersebut merumahkan seluruh karyawan pada hari yang sama.
Kondisi ini, kata dia, bukan hanya memicu krisis ekonomi rumah tangga, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Bayu mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi untuk segera turun tangan.
“Anak dan istri kami lapar, Pak. Jangan sampai kebijakan ini mematikan harapan kami,” tegasnya.
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow






































