Beranda Berita Terkini Alumni ITB Viral, Jelaskan Gerak Kolak Pisang dengan Persamaan Diferensial

Alumni ITB Viral, Jelaskan Gerak Kolak Pisang dengan Persamaan Diferensial

Publikbogornews.com – Seorang alumni Magister Matematika Institut Teknologi Bandung, Alif Hijrah, menjadi perbincangan publik setelah menjelaskan fenomena sederhana kolak pisang menggunakan pendekatan persamaan diferensial.

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya yang dikutip Senin (23/2), Alif memaparkan bahwa gerakan pisang yang terendam dan berayun dalam kuah kolak dapat dimodelkan secara ilmiah menggunakan konsep gaya apung, gaya berat, hingga osilasi teredam.

Baca Juga :  Misteri Abadi Stonehenge: Monumen Raksasa dari Zaman Purba

Ia memulai dengan menghitung volume bagian pisang yang tercelup, yakni luas alas dikalikan tinggi yang terendam.

Dari situ muncul gaya apung ke atas sebesar ρgV (massa jenis kuah dikali gravitasi dan volume tercelup), sementara ke bawah bekerja gaya berat (mg).

Menurut Alif, ketika pisang bergerak naik-turun, sistem tersebut dapat dianalogikan seperti pegas. Resultan gaya merupakan selisih gaya apung dan gaya berat, yang kemudian membentuk persamaan menyerupai hukum pegas, ΣF = -kx.

Baca Juga :  Kekalahan Madrid dari Man City, Jude Bellingham Jadi Sorotan Tajam

Konstanta pegas (k) diperoleh dari perkalian massa jenis fluida, percepatan gravitasi, dan luas penampang.

Tak berhenti di situ, ia juga memasukkan unsur redaman akibat kekentalan kuah kolak. Model geraknya pun menjadi sistem massa-pegas dengan redaman, dirumuskan dalam persamaan diferensial orde dua:

Baca Juga :  Kemenko Polkam Soroti Tantangan Digitalisasi Perlindungan Sosial

m x” + c x’ + kx = 0,

di mana c merupakan koefisien redaman yang merepresentasikan kekentalan kolak.

Penjelasan tersebut menuai perhatian warganet karena dinilai kreatif dan membumi, menghubungkan matematika tingkat lanjut dengan fenomena sehari-hari di dapur.

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprak6 Fakta: MBG Bukan Sekadar Program Gizi, tapi Intervensi Pendidikan Jangka Panjang
Artikulli tjetërKabupaten Bogor Raih WTP 2024, Perkuat Kepercayaan Publik dan Integritas Tata Kelola