Publikbogornews.com – Sebanyak 95.000 buku tanah dan surat ukur serta 165.000 warkah di Aceh rusak akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 yang melanda delapan kabupaten/kota.
Arsip yang menyimpan data hak atas tanah itu basah dan terancam hilang, memicu kekhawatiran atas kepastian hukum masyarakat.
Kementerian ATR/BPN mempercepat proses restorasi melalui kolaborasi lintas pihak guna memulihkan dokumen pertanahan sebagai fondasi layanan dan jaminan hak warga.**
Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow



































