Publikbogornews.com – Waktu ternyata tidak selalu berdetak sama di seluruh alam semesta. Dalam kondisi tertentu, khususnya di luar angkasa, waktu dapat berjalan lebih lambat dibandingkan di Bumi.
Fenomena ini bukan fiksi ilmiah, melainkan fakta sains yang dijelaskan melalui Teori Relativitas karya Albert Einstein.
Menurut fisika modern, waktu dipengaruhi oleh kecepatan dan gravitasi. Semakin cepat suatu objek bergerak atau semakin kuat medan gravitasinya, semakin lambat waktu yang dialami objek tersebut dibandingkan pengamat lain.
Contoh nyata terjadi pada astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang melaju sekitar 28.000 km/jam mengelilingi Bumi.
Akibat kecepatan tinggi itu, waktu di tubuh astronot berjalan sedikit lebih lambat daripada manusia di permukaan Bumi. Selisihnya sangat kecil, namun dapat diukur secara ilmiah.
Efek ini menjadi ekstrem di sekitar bintang neutron dan lubang hitam. Gravitasi yang luar biasa kuat membuat waktu melambat drastis.
Secara teori, seseorang di dekat lubang hitam dapat menyaksikan alam semesta di luar bergerak sangat cepat, sementara waktunya sendiri nyaris berhenti.
Menariknya, efek perlambatan waktu juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem GPS pada ponsel harus mengoreksi perbedaan waktu satelit akibat kecepatan dan gravitasi.
Tanpa koreksi relativistik, akurasi lokasi bisa meleset hingga kilometer setiap hari.
Fakta ini menegaskan bahwa relativitas bukan sekadar teori, melainkan hukum alam yang bekerja nyata dalam teknologi modern dan kosmos luas.
“Waktu bukanlah jam yang berdetak sama untuk semua makhluk. Ia tunduk pada hukum alam semesta.”***







































