Publikbogornews.com – Penyebaran influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut “super flu” tengah meningkat di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI memastikan varian ini tidak lebih berbahaya dibandingkan influenza lainnya.
Juru Bicara Kemenkes RI, drg Widyawati, menyatakan berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi global, subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.
“Tidak ada bukti bahwa subclade K lebih berat dibandingkan clade atau subclade influenza lainnya,” ujarnya, Kamis (1/1).
Sebelumnya, influenza A (H3N2) subclade K disebut menjadi pemicu lonjakan kasus flu di beberapa negara.
Di Amerika Serikat, peningkatan kasus mulai terpantau sejak minggu ke-40 tahun 2025, bertepatan dengan musim dingin, pola yang dinilai serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Varian ini pertama kali diidentifikasi CDC AS pada Agustus 2025.
Hingga kini, subclade K telah dilaporkan di 81 negara. Di AS, jumlah kasus tercatat mencapai 1.127.
Gejala yang muncul umumnya sama dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.***






































