Publikbogornews.com – Para ilmuwan mengungkap fakta mengejutkan bahwa alam semesta yang selama ini bisa dilihat manusia kemungkinan hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kosmos.
Wilayah yang dapat diamati, dikenal sebagai alam semesta teramati, dibatasi oleh jarak yang cahayanya sempat mencapai Bumi sejak peristiwa Big Bang sekitar 13,8 miliar tahun lalu.
Alam semesta teramati diperkirakan memiliki diameter sekitar 93 miliar tahun cahaya. Namun angka ini bukanlah batas akhir alam semesta, melainkan batas penglihatan manusia.
Di luar cakrawala tersebut, masih ada wilayah kosmik yang cahayanya belum, atau bahkan tidak akan pernah, sampai ke Bumi.
Fenomena ini diperkuat oleh fakta bahwa alam semesta terus mengembang.
Pada jarak yang sangat jauh, ekspansi ruang terjadi lebih cepat dari kecepatan cahaya, membuat sebagian wilayah kosmos terputus selamanya dari jangkauan pengamatan manusia.
Sejumlah teori kosmologi bahkan menyebut alam semesta bisa bersifat tak terbatas atau ribuan kali lebih besar dari yang dapat diamati saat ini.
Artinya, galaksi-galaksi lain mungkin terus ada dan berkembang di luar jangkauan kita.
Temuan ini menegaskan satu hal penting: manusia hidup di fragmen kecil dari realitas kosmik yang jauh lebih luas, misterius, dan belum sepenuhnya dipahami.
Kita bukan pusat alam semesta—bahkan mungkin bukan penontonnya secara utuh.***






































