Publikbogogornews.com — Garis pantai sepanjang sekitar 20 kilometer di Hanko mendadak dipenuhi gumpalan zat putih misterius, bersamaan dengan ditemukannya bangkai ikan—terutama herring dan sprat—yang terdampar dalam jumlah besar.
Institut Lingkungan Finlandia (Syke) mengungkapkan bahwa zat putih tersebut kemungkinan besar merupakan ester berlemak, berupa residu lemak hewani atau nabati yang mengeras ketika terkena suhu laut yang dingin.
Perusahaan bahan bakar Finlandia, Neste, menyampaikan dugaan bahwa gumpalan itu bisa berasal dari air bilas kapal pengangkut minyak atau lemak, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya pembuangan limbah kapal di perairan terbuka.
Sementara itu, kematian massal ikan diperkirakan terjadi akibat hipoksia—kekurangan oksigen di dalam air—bukan karena zat beracun.
Otoritas pangan Finlandia menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi penyakit tertentu pada ikan-ikan tersebut.
Meski penyelidikan resmi terus berjalan, beredar pula teori konspirasi di kalangan publik mengenai kemungkinan praktik “tank washing” ilegal atau adanya bahan kimia berbahaya yang sengaja dibuang. Namun hingga kini belum ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut.***

































