Publikbogornews.com – Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, resmi didakwa atas dugaan provokasi terhadap Korea Utara demi memberlakukan status darurat militer pada Desember 2024.
Dakwaan tersebut diajukan oleh jaksa penuntut khusus setelah penyelidikan panjang yang menyoroti dugaan upaya Yoon menciptakan situasi yang mengarah pada konfrontasi bersenjata di Semenanjung Korea.
Yoon, yang memimpin Korea Selatan sejak 10 Mei 2022 hingga dimakzulkan pada 4 April 2025, didakwa atas tuduhan “menguntungkan musuh secara umum” dan penyalahgunaan kekuasaan.
Jaksa menilai tindakan tersebut berpotensi merugikan keamanan publik dan kepentingan militer nasional.
Penyelidikan juga menemukan dugaan bahwa Yoon memerintahkan penerbangan rahasia drone ke wilayah Korea Utara pada Oktober 2024 untuk memancing ketegangan.
Tindakan itu disebut sebagai upaya menciptakan dalih bagi pengumuman darurat militer yang ia keluarkan pada 3 Desember 2024, meski status itu hanya bertahan singkat.
Kasus ini kini menjadi sorotan besar publik dan analis internasional, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan Asia Timur. Pemerintah Korea Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan terbaru ini.***

































