Publikbogornews.com – Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.
KIKA menilai usulan tersebut merupakan pengkhianatan terhadap semangat reformasi dan keadilan bagi korban pelanggaran HAM masa Orde Baru.
Dalam keterangan resminya, Sabtu (1/11/2025), KIKA menyebut masuknya nama Soeharto dalam 40 tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan sebagai langkah yang mencederai nilai kemanusiaan dan demokrasi.
Anggota KIKA, Herdiansyah Hamzah, menegaskan, pemberian gelar itu akan membuka kembali luka lama korban pelanggaran HAM berat. “Ini bukan penghargaan, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan reformasi,” ujarnya.***

































