Publikbogogornews.com – Banyak yang mengira bentuk benua di peta bersifat tetap. Faktanya, permukaan Bumi terus bergerak akibat dinamika lempeng tektonik yang bergeser beberapa sentimeter setiap tahun.
Pergerakan kecil ini, dalam rentang jutaan tahun, mampu mengubah total bentuk daratan dan samudra.
Sekitar 335 juta tahun lalu, seluruh daratan di Bumi pernah bersatu menjadi satu super-benua bernama Pangea.
Daratan raksasa itu kemudian terpecah, membentuk benua-benua yang kita kenal sekarang.
Namun prosesnya belum selesai. Para ilmuwan memperkirakan bahwa dalam 200–250 juta tahun mendatang, benua-benua akan kembali bertemu dan bergabung membentuk super-benua baru: Pangea Proxima.
Samudra Atlantik diprediksi menutup, sementara Samudra Pasifik perlahan mengecil hingga menghilang.
Super-benua baru itu diperkirakan memiliki kondisi ekstrem, dari panas terik di bagian tengah hingga badai super di wilayah pesisir.
Jika manusia masih ada saat itu, bentuk kehidupan dan peradaban kemungkinan akan berubah drastis.
Pergerakan benua mengingatkan bahwa Bumi adalah planet yang dinamis—tidak ada yang benar-benar statis, bahkan daratan tempat kita berpijak sekalipun.***

































