Publikbogornews.com – Pada abad ke-8 Masehi, Baghdad menjadi pusat peradaban dunia lewat berdirinya Baitul Hikmah atau House of Wisdom.
Didirikan di masa Khalifah Harun ar-Rasyid dan al-Ma’mun dari Dinasti Abbasiyah, tempat ini bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset, penerjemahan, dan ilmu pengetahuan terbesar di dunia.
Di sinilah karya-karya besar dari Yunani, Persia, dan India diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, melahirkan lompatan besar dalam astronomi, matematika, kedokteran, hingga filsafat.
Namun kejayaan itu berakhir tragis pada tahun 1258, ketika pasukan Mongol di bawah Hulagu Khan menghancurkan Baghdad. Baitul Hikmah dibakar, ribuan manuskrip dilempar ke Sungai Tigris hingga airnya dikabarkan menghitam oleh tinta buku-buku yang tenggelam.
Sejak saat itu, banyak pengetahuan kuno lenyap tanpa jejak. Namun legenda tetap hidup — bahwa sebagian kitab rahasia berhasil diselamatkan dan mungkin masih tersembunyi di suatu tempat, menunggu ditemukan kembali.***

































