Beranda Nasional Kementan, Kemendagri, dan Bulog Pecahkan Rekor MURI Lewat Gerakan Pangan Murah

Kementan, Kemendagri, dan Bulog Pecahkan Rekor MURI Lewat Gerakan Pangan Murah

Publikbogornews.com— Kolaborasi besar antara Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Perum Bulog sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 4.337 titik seluruh Indonesia.

Capaian ini memecahkan rekor MURI, bahkan melampaui pencapaian tahun 2023 yang hanya di 362 titik.

Tak sekadar angka, GPM menjadi bukti nyata upaya pemerintah menghadirkan pangan terjangkau di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Indonesia–Australia Teguhkan Perjanjian Keamanan Baru untuk Stabilitas Indo-Pasifik

Program ini berkontribusi pada penurunan inflasi, pengendalian harga beras, sekaligus memastikan stok nasional tetap aman.

Menteri Pertanian menegaskan, GPM bukan hanya solusi sesaat, melainkan langkah strategis yang akan terus digencarkan hingga akhir tahun 2025.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Harga Pupuk Bersubsidi Resmi Turun

Dengan hadir di ribuan titik, masyarakat di berbagai daerah bisa merasakan langsung manfaat harga pangan yang lebih stabil.

“Ini bukti kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Kita ingin semua orang punya akses terhadap pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” ungkap salah satu pejabat Kementan.

Program ini pun disambut antusias warga. Banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih murah dibanding pasaran.

Baca Juga :  Abu Bakar Ba’asyir Temui Jokowi: Saya Hanya Menasihati Pemimpin

Dengan keberhasilan memecahkan rekor ini, GPM tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, tetapi juga menghadirkan optimisme baru bahwa ketahanan pangan Indonesia semakin kokoh.***

Ikuti saluran Publikbogornews.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakRangkaian Kunjungan Presiden Prabowo: Indonesia Kian Diakui Dunia
Artikulli tjetërEmil Audero dan Maarten Paes Dipastikan Gabung Timnas Indonesia di Arab Saudi