Beranda Berita Terkini Dari Lapangan ke Kehidupan Baru: Tasyakuran Hangat di Koramil 0621-18 Cigudeg

Dari Lapangan ke Kehidupan Baru: Tasyakuran Hangat di Koramil 0621-18 Cigudeg

Publikbogornews.com – Pagi itu, halaman Koramil 0621-18 Cigudeg tampak berbeda. Angin yang berhembus lembut membawa aroma tanah dan dedaunan basah, seolah ikut menyambut momen istimewa tasyakuran kenaikan pangkat dan purna tugas para anggota TNI yang telah mengabdikan diri di bawah panji Merah Putih.

Di atas panggung sederhana, bendera berkibar tegak, menjadi saksi bisu atas perjalanan panjang para prajurit yang telah menuntaskan pengabdian.

Forkopimcam Kecamatan Cigudeg hadir, bersama para tamu undangan dari berbagai kalangan warga, tokoh masyarakat, hingga rekan sejawat semua larut dalam suasana yang hangat sekaligus haru.

Baca Juga :  Dipimipin Bupati Rudy Susmanto, Pemkab Bogor Bahas APBD-P 2025 Lebih Awal, Fokus pada Aspirasi Warga

 

Komandan Rayon Militer (Danramil) 0621-18 Cigudeg, Kapten Caj M. Machduroh, berdiri tegap di hadapan barisan anggota. Suaranya tenang namun bergetar makna.

“Hari ini bukan hanya tentang kenaikan pangkat atau masa purna tugas. Ini tentang perjalanan, tentang dedikasi, tentang kesetiaan yang tidak semua orang mampu jalani,” ujarnya, menatap rekan-rekan yang selama ini berjuang bersamanya.

Baca Juga :  Chocolate Mochi Cake: Kue Cokelat Kenyal ala Jepang yang Lagi Hits

Nama-nama yang disebut sore itu mengandung kisah panjang. Serma Dedi Suhendi dan SDR PUR Entong, dua sosok yang kini menapaki babak baru setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari garda terdepan keamanan bangsa.

Senyum mereka sederhana, namun di baliknya tersimpan berjuta kenangan: hujan latihan, malam patroli, dan panggilan tugas yang tak kenal waktu.

Apresiasi juga datang dari Kapolsek Cigudeg, AKP Uba Subroto, yang dalam sambutannya menegaskan arti kebersamaan antarinstitusi.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Percepatan Pembangunan Hutan Kota
Kapolsek Cigudeg, AKP Uba Subroto saat memberi sambutannya

“Sinergi TNI dan Polri bukan sekadar kerja sama. Ini adalah keluarga besar yang sama-sama menjaga ketenangan warga,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat.

Acara sederhana itu ditutup dengan doa dan ramah tamah. Di antara gelak tawa dan potret kenangan, ada rasa syukur yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Sebab bagi mereka, menjadi prajurit bukan sekadar profesi, ia adalah panggilan jiwa, dan setiap panggilan yang ditunaikan dengan setia selalu layak dirayakan.**

Artikulli paraprakCahaya Maulid Nabi Menyinari Peresmian Gudang Baru Jati Mandiri Tehnik (JMT) di Cihideung Ilir
Artikulli tjetërMenuju Akhir Petualangan: Apakah Kru Topi Jerami Akan Berjumlah 12 Orang?